Home / Berita Umum / TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Mengkritik Akademisi Rocky Gerung

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Mengkritik Akademisi Rocky Gerung

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Mengkritik Akademisi Rocky Gerung – Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengkritik akademisi Rocky Gerung. Menurut TKN, Rocky Gerung malas mengaku tempat menjadi simpatisan tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan beberapa sikapnya sampai kini.

“Rocky Gerung belum pernah ingin mengaku dianya menjadi simpatisan 02. Malah sekarang ini Rocky Gerung seperti aktor dadakan yang dibawa-bawa ke mana-mana seperti sirkus keliling. Sebab telah kehabisan nafas jualan politik jati diri, saat ini tim 02 mengontrak Rocky Gerung serta Said Didu untuk bicara keliling dalam komunitas yang dikemas seakan-akan seminar dengan topik akal sehat,” kata jubir TKN, Ace Hasan Syadzily, Minggu (10/3/2019).

Ace melihat acara-acara yang didatangi Rocky Gerung bukan komunitas akademik, akan tetapi kampanye diam-diam. Ace mengakui tidaklah heran bila Rocky belum pernah hadir acara tim 01.

“Siapa juga tentu tahu jika yang diselenggarakan bukan seminar akademik, tetapi komunitas politik kampanye terselubung tim 02 dengan sinden penting Rocky Gerung. Jadi tidak ada fungsinya Rocky Gerung berkelit dengan menyebutkan paslon 01 belum pernah selenggarakan seminar ditambah lagi kekurangan inspirasi. Malah demikian sebaliknya paslon 02 sudah kehilangan akal hingga akal-akalan menggunakan tenaga kontrak Rocky Gerung,” ucap ia.

Anggota DPR itu mengkritik Rocky yang sering bermain beberapa kata akan tetapi bila diamati–menurutnya–terlihat jika sang filsuf memberi dukungan Prabowo-Sandi. Masalah akal sehat yang sering digembor-gemborkan Rocky, Ace menyebutkan hal tersebut menjadi akal tidak sehat.

“Begitu disayangkan Rocky Gerung yang mengaku-aku menjadi filsuf malah jadi tenaga kontrak sirkus keliling tim 02, mengolah-olah nalar, bermain beberapa kata tapi ujung-ujungnya menjustifikasi supportnya pada pasangan 02,” kata Ace.

“Apakah yang dikatakannya pun tidak ada yang baru benar-benar. Akal sehat yang diusungnya malah semakin tidak sehat sebab telah diberi syahwat politik dan tujuan bayaran tenaga kontrak. Beberapa ide yang dikatakan pun cuma pembenaran atau akal-akalan untuk penuhi pesanan pemberi kontrak,” ucap Ketua DPP Partai Golkar itu.

About admin