Home / Uncategorized / Predaran Uang Palsu Ditemukan Di Jawa Lebih Meningkat

Predaran Uang Palsu Ditemukan Di Jawa Lebih Meningkat

Predaran Uang Palsu Ditemukan Di Jawa Lebih Meningkat – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jawa Timur (Jawa timur) sepanjang triwulan I/2017 temukan sejumlah 7. 441 lembar uang palsu (upal) dalam beragam pecahan. Jumlah itu naik di banding triwulan terlebih dulu yang menjangkau 7. 131 lembar.

Upal paling banyak diketemukan di Jember sejumlah 2. 324 lembar, naik dari triwulan terlebih dulu sejumlah 1. 672 lembar. Disusul Kediri sejumlah 1. 343 yang naik dari triwulan terlebih dulu 1. 184 lembar. Sesaat di lokasi Surabaya serta sekelilingnya, peredaran upal alami penurunan dari 3. 180 lembar jadi 2. 700 lembar serta di Malang dari 1. 095 lembar jadi 1. 074 lembar.

“Selama ini peredaran uang palsu teratas senantiasa berlangsung di daerah Jember serta sekelilingnya. Peredaran umumnya dikerjakan di pusat-pusat perbelanjaan, ” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jawa timur, Difi Ahmad Johansyah, Rabu (12/7/2017).

Penambahan temuan ini, lanjut dia, memberikan indikasi tingkat pemahaman pada tanda-tanda upal makin tinggi. Aparat penegak hukum juga cukup responsif dengan laporan masyarakan berkaitan temuan upal. Sesaat peredaran upal di Kediri diprediksikan di pengaruhi wilayahnya yang bersebelahan dengan Jawa Tengah (Jateng). “Kami selalu berusaha menghindar peredaran uang palsu, ” tuturnya.

Di bagian beda, KPBI Jawa timur mendorong orang-orang tingkatkan elektronifikasi transaksi atau pembayaran nontunai untuk hindari pembayaran dengan upal. Satu diantaranya dengan memakai uang elektronik pada pembayaran tol seperti tol Surabaya-Gresik dan ruas jalan tol Simpang Susun Waru-Juanda.

Akhir th. lantas, sudah dicanangkan juga pembayaran tol nontunai multibank. Ini berlaku untuk jalan tol Surabaya-Gresik serta Surabaya-Mojokerto. “Sementara untuk ruas jalan tol Surabaya-Gempol juga akan diimplementasikan semester ini, ” tambah Kepala Divisi Advisory serta Pengembangan Ekonomi Daerah KPBI Jawa timur, Taufik Saleh.

KPBI ikut mensupport peresmian lokasi nontunai di Pelabuhan Tanjung Perak. Pihaknya juga bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menyukseskan e-parking. Makin banyak transaksi nontunai, tingkat keamanan dalam bertransaksi makin terbangun serta dapat menghimpit peredaran upal. Pembayaran non tunai juga mempermudah orang-orang dalam bertransaksi.

“Kami mendorong lembaga-lembaga, baik itu instansi pemerintah maupun swasta untuk mengaplikasikan transaksi non tunai. Kami juga pengenalan ke pondok pesantren supaya mengaplikasikan transaksi nontunai, ” ujarnya.

About admin