Home / Berita Umum / Polisi Masih Seidiki Lewat Saksi Mayat Termutilasi Di Ogan Ilir

Polisi Masih Seidiki Lewat Saksi Mayat Termutilasi Di Ogan Ilir

Polisi Masih Seidiki Lewat Saksi Mayat Termutilasi Di Ogan Ilir – Penyidik Polres Ogan Ilir masih cari anggota badan Karoman (40) yang diketemukan wafat termutilasi tanpa ada kepala serta lengan di Dusun 2 Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (6/6) . Sejumlah 12 orang lantas dikontrol jadi saksi.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir Ajun Komisaris Malik Fahrin Husnul berujar penyidik kerjakan pengecekan pada 12 orang saksi dengan berganti-gantian. Tapi dianya malas membuka barang siapa yang dikontrol jadi saksi itu.

” Ada tehnik serta kiat pengumpulan bukti-bukti polisi yang tidak dapat kami berikan, buat kebutuhan papar perkara. Kelak akan dikatakan pada publik bila udah ada hasilnya, ” tutur ia, Senin (10/6) .

Faksinya lantas masih tunggu hasil visum serta forensik yang dikerjakan di RS Bhayangkara Palembang.

Tidak hanya itu, kepolisian masih kerjakan penyisiran di area penemuan jenazah korban selesai olah Tempat Insiden Masalah (TKP) . Sampai sekarang ini, anggota badan korban yang hilang ialah kepala serta ke-2 lengan belumlah juga diketemukan.

” Kami terus kerjakan pelacakan, ” tutur Malik.

Awalnya, seseorang masyarakat Syarifuddin (52) , waktu didapati di RS Bhayangkara Palembang, menjelaskan keluarga sangat percaya jasad itu sebagai keponakannya sebab kemeja yang dikenakannya. Di betis kanan jenazah lantas ada sinyal lahir yang sama juga dengan sinyal lahir Karoman.

” Keponakan saya itu memang mencari ikan tiap malam gunakan perahu dayung. Malam tempo hari, ia pamit sama istrinya pergi mencari ikan jam 9 malam. Rata-rata pagi hari udah pulang ini hingga sampai pagi tidak pulang sebab itu dicari, ” tutur ia.

Menurutnya, ayah lima orang anak itu saat hidup tidak mempunyai problem serta tidak mempunyai lawan. Dianya lantas bingung ada orang yang tega kerjakan perihal keji semacam itu.

” Potongannya rapi seperti dipotong parang. Ada masyarakat yang pernah lihat keponakan saya itu pengen masuk ke ladang seorang, namun tidak jadi. Aneh, rata-rata ia tetap melalui situ bila pengen mencari ikan, ” kata Syarifuddin.

About penulis77