Home / Berita Umum / Permohonan 4 Terdakwa Korupsi Para Medis Jadi Tahanan Kota Dikabulkan PN Pekanbaru

Permohonan 4 Terdakwa Korupsi Para Medis Jadi Tahanan Kota Dikabulkan PN Pekanbaru

Permohonan 4 Terdakwa Korupsi Para Medis Jadi Tahanan Kota Dikabulkan PN Pekanbaru – Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru meluluskan permintaan 4 terdakwa korupsi banyak medis berubah menjadi tahanan kota. Jaksa lantas menjalankan perintah hakim.

” Barusan majelis hakim meluluskan permintaan banyak 4 terdakwa yg ajukan penangguhan penahanan. Barusan agenda sidang pengecekan saksi, ” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuadi, Selasa (26/2/2019) .

Fuadi memaparkan, majelis hakim meluluskan permintaan 4 terdakwa buat ditangguhkan penahanannya.

” Status ke 4 terdakwa, tiga orang dokter spesialis serta satu pihak pebisnis saat ini diputuskan berubah menjadi tahanan kota, ” kata Fuadi.

Banyak terdakwa tenaga medis itu merupakan, dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Terakhir serta drg Masrial. Ketiganya adalah dokter senior di RSUD Arifin Achmad punya Pemprov Riau. Satu orang terdakwa kembali pihak swasta atas nama Yuni Efrianti dari CV Sempurna Mustika Raya.

” Seluruhnya ada 5 terdakwa dalam perkara korupsi Alkes ini. Satu terdakwa kembali atas nama Muhklis dari pihak swasta terus ditahan. Ini lantaran sejak mulai ia memang tidak sempat ajukan penangguhan penahanan, ” kata Fuadi.

Dengan dikabulkannya berubah menjadi status tahanan kota, kata Fuadi, pihaknya menghargai ketentuan majelis hakim.

” Meski kita sebelumnya tak meluluskan berubah menjadi tahanan kota, namun lantaran hakim udah hendak memutuskan hal semacam itu (berubah menjadi tahanan kota) , kita menghormatinya. Serta mereka sore barusan ikut kita mengeluarkan dari rumah tahanan (Rutan) , ” kata Fuadi.

Sama seperti didapati, banyak tenaga medis ini turut serta dalam perkiraan korupsi alat kesehatan. Korupsi ini berbarengan dengan pihak swasta bertindak sebagai penyedia alkes.

Korupsi ini berlangsung sejak mulai tahun 2012 sampai tahun 2013. Ada lebih kurang 189 item transaksi pembelian alkes yg dilaksanakan banyak dokter senior itu. Tindakan mereka merugikan keuangan negara sebesar Rp 420 juta. Mereka dijaring UU No 31 Tahun 1999 terkait korupsi.

About admin