Home / Berita Umum / Penduduk Bergotong Royong Ubah Status Kumuh Jadi Wisata

Penduduk Bergotong Royong Ubah Status Kumuh Jadi Wisata

Penduduk Bergotong Royong Ubah Status Kumuh Jadi Wisata – Kampung ini dulunya di kenal kumuh. Tapi dengan kehendak baja, penduduk juga bergotong royong membuat perubahan kampung ini jadi penuh warna.

Namanya Kampung Sentono, yg letaknya ada di RT 03 RW 14 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.

Julukan kampung kumuh juga pernah menempel kuat pada Kampung Sentono, sebab di daerah itu ada suatu sungai yg kotor serta berbau tdk enak, yg di kenal dengan sebutan Kali Banger.

Kali Banger ini sendiri punya sejarah sendiri buat penduduk Probolinggo. Konon di kali atau sungai ini dia, Adipati Blambangan (Banyuwangi) yakni Minak Jinggo tewas selesai berhadapan dengan Damarwulan.

Ke-2 orang sakti ini berhadapan mempertandingkan Ratu Kencana Wungu yg tdk beda penguasa Kerajaan Majapahit. Dari pertarungan sengit tersebut selanjutnya tampil nama Prabulinggih, yg waktu ini berpindah jadi Probolinggo.

Tapi kesan kumuh serta kotor itu juga di ubah. Warga bergotong royong membuat perubahan kampungnya jadi kampung warna-warni. Tiap tiap tempat tinggal yg ada juga dicat dengan warna yg berlainan, mengundang kesan semarak.

Warga juga melukis beberapa motif gambar mural di banyak pojok serta tembok kampung ini, termasuk juga di poskamling.

” Kami memberikan warna sarana umum, jalanan kampung, pos kamling, jembatan, sampai bantaran sungai dengan goresan-goresan mural, dan gambar-gambar dengan alur airbrush, ” ungkap ketua RT setempat, Abdullah.

Abdullah mengakui usaha ini digagas oleh warga sendiri biar cacat penduduk terkait Kampung Sentono hilang. ” Penduduk kompak buat bangun daerahnya, terlebih di sini tersimpan peristiwa Probolinggo, ” tegasnya.

” Kami pingin menjaga historis Probolinggo biar peristiwa Probolinggo terus bertahan serta di kenal oleh penduduk di semua masa, ” kata Hadi Zainal Abidin yg sebagai tokoh pemuda Probolinggo serta inisiator lahirnya kampung ‘Nabernah’ ini, Jumat (11/5/2018) .

Hadi juga menginginkan kampung ini waktu yang akan datang dapat jadi jujugan wisata baik buat warga Probolinggo ataupun luar daerah. ” Ini dapat jadi keuntungan buat Kota Probolinggo serta dengan automatic dapat menaikkan perekonomian penduduk, ” tangkisnya.

About admin