Home / Uncategorized / Nelayan Terkejut saat Melihat Ikan duyung Terdampar mati

Nelayan Terkejut saat Melihat Ikan duyung Terdampar mati

Nelayan Terkejut saat Melihat Ikan duyung Terdampar mati – Nelayan Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kepri, menemukannya seekor ikan duyung (Dugong dugon-latin) , panjang 2, 3 mtr. dalam situasi udah mati ditepi pantai desa itu, Kamis (14/9/2017) .

Hewan langka yg dilindungi ini termasuk juga dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Tanaman (CITES) , atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan serta satwa liar spesies terancam.

Ikan ini termasuk binatang yg dilindungi dari kepunahan menurut Ketetapan Pemerintah No 7 Th. 1999 perihal Pengawetan model Tumbuhan serta Satwa.

Ano, nelayan Desa Pengudang, yg menemukannya ikan duyung itu menganggap, matinya binatang yg hidup di perairan area utara pulau Bintan itu karna terjebak jaring nelayan.

“Waktu diketemukan kondisinya udah mati, kemungkinan lantaran terjebak jaring, ” kata Ano di area penemuan. Ikan duyung ini selanjutnya dikuburkan oleh warga ditepi pantai.

Petugas Dinas Perikanan Bintan, Syarviddint Alustco menyampaikan, ia sangatlah menyayangkan ditemukannya ikan duyung mati di perairan Desa Pengudang. Lebih-lebih perairan itu menjadi daerah perlindungan ikan duyung/dugong. Disebabkan di perairan itu diketemukan kelimpahan ikan duyung, diakibatkan luasnya padang lamun.

“Di sana daerah benar-benar daerah perlindungan padang lamun serta ikan duyung. Maka itu kita sayangkan ditemukannya mati, ” kata Syarviddint.

Tidak hanya ikan duyung, lanjut Syarviddint, ada delapan hewan spesies beda yg juga dilindungi serta sebagiannya hidup di perairan Kepri, yakni pesut, penyu, hiu paus, kuda laut, kima, lola, teripang, serta napoleon. Seluruh spesies ikan itu banyak ditemui dalam perairan yg ada di sembilan kecamatan se Kabupaten Bintan. Akan tetapi, jumlah populasinya senantiasa alami penurunan tiap tiap th..

” Andaikan ditemui ada yg menangkap ikan itu bakal ditindak sama sesuai Undang-Undang No 31 Th. 2014 Jo No 45 Th. 2009 perihal perikanan. Pasal 100 yakni buat nelayan kecil dipidana penjara serta denda Rp100 juta. Dan utk nelayan kapal besar tidak hanya dipenjara juga didenda Rp250 juta-2 miliar, ” imbuhnya.

Kepala DKP Bintan, Fachrimsyah menyampaikan, pihaknya senantiasa laksanakan pengenalan terhadap nelayan yg mengerjakan aktivitas di perairan Bintan. Tujuannya utk memberikan pesan terhadap nelayan bagaimana buat perlindungan spesies ikan duyung yg termasuk juga hewan langka dilindungi.

“Karena kelimpahan ikan duyung di Bintan, maka itu kita buat jadi maskot atau ikonnya Kabupaten Bintan, ” sebutnya.

Fachrim mengajak nelayan utk berbarengan buat perlindungan ikan langka itu. Bahkan buat perlindungan serta memelihara sumber pakannya yakni padang lamun.

Seandainya dalam situasi tak berencana tertangkap atau terjebak jarring diperintah biar melepaskannya kembali biar populasinya bertahan.

About admin