Home / Berita Umum / Lapas Sukamiskin Tak Beri Dampak Kapok Pada Narapidananya

Lapas Sukamiskin Tak Beri Dampak Kapok Pada Narapidananya

Lapas Sukamiskin Tak Beri Dampak Kapok Pada Narapidananya – Instansi Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, tidak berikan dampak kapok pada narapidananya, terutamanya untuk tahanan korupsi. Dalam sidang perkara suap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, tersingkap beberapa tahanan di Lapas Sukamiskin memperoleh bermacam layanan yg termasuk elegan, dimulai dari layanan sel sampai diizinkan melakukan bisnis di Lapas.

Tersebut beberapa kebobrokan Lapas Sukamiskin yg sekian lama ini berlangsung,

1. Usaha ‘Bilik Asmara’ di untuk Tahanan

Terpidana korupsi pemberian suap terhadap petinggi Tubuh Keamanan Laut (Bakamla) , Fahmi Darmawansyah masihlah dapat memperoleh untung dari dalam lapas. Fahmi menyogok Kalapas Sukamiskin Wahid Husen berbentuk uang sampai mobil biar dikasihkan layanan spesial, termasuk juga masalah kepentingan biologis.

Bahkan juga, Wahid membiarkan Fahmi bangun ‘bilik asmara’ dalam ruang seluas 2×3 mtr. di area lapas. Tidak cuma buat keperluannya sendiri, Fahmi pun membanderol tarif terhadap tahanan yang lain kalau ingin gunakan bilik itu.

Hingga, walau berstatus tahanan, suami aktris Inneke Koesherawaty itu masih punyai penerimaan dari usaha yg dia kelola bersama dengan seseorang tahanan perkara pembunuhan sebagai asisten pribadinya, Andri Karunia.

” Diperlengkapi dengan tempat tidur buat kebutuhan lakukan interaksi tubuh suami-istri, baik itu digunakan Fahmi Darmawansyah waktu disinggahi istrinya, atau disewakan Fahmi Darmawansyah terhadap penduduk binaan beda dengan tarif Rp 650 ribu, ” papar anggota penuntut umum KPK Muhammad Takdir Suhan waktu membacakan surat tuduhan Wahid Husen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Selasa (5/12) .

2. Layanan TV, AC, serta Kulkas dalam sel

Dalam sidang tuduhan bekas Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen berikan layanan elegan terhadap beberapa tahanan antara lainnya Fahmi Darmawansyah.

Fahmi memperoleh seluruhnya lantaran uang suap yg dikasihkan ke Wahid Husen.

” Kalau kamar yg didiami Fahmi Darmawansyah itu diperlengkapi dengan layanan di luar standard kamar lapas yg harusnya, diantaranya tv dengan jaringan TV kabel, AC, kulkas kecil, spring bed, perabot serta dekorasi interior high pressure laminated. Fahmi Darmawansyah pun diijinkan gunakan telephone genggam sepanjang di lapas, ” kata anggota penuntut umum KPK Muhammad Takdir Suhan memaparkan layanan yg didapat Fahmi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (5/12) .

Wahid, lanjut Takdir, bertindak sebagai Kalapas (waktu itu) jelas perihal itu tetapi ia membiarkan penyimpangan itu. Bahkan juga, waktu Fahmi Darmawansyah serta orang kepercayaannya di lapas ialah Andri Karunia yang terduga perkara pembunuhan mengurus usaha perawatan sel dan bangun saung di Sukamiskin, Wahid tutup mata.

3. Gampangnya keluar masuk lapas untuk tahanan

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu tertulis berulangkali tinggalkan sel tahanannya dengan bekal izin dari Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. KPK juga mengungkapkannya dalam surat tuduhan Wahid.

Dalam tuduhan itu, dijelaskan kalau Wawan berulangkali memperoleh izin dari Wahid buat keluar Lapas Sukamiskin. Perihal itu berlangsung dalam rentang waktu pada Maret 2018 sampai Juli 2018.

Antara lainnya merupakan pada tanggal 16 Juli 2018. Bahkan juga, ia pernah menyamarkan kepergiannya dari Lapas Sukamiskin melalui langkah gunakan mobil ambulans yg ada.

Jaksa selanjutnya memaparkan bagaimanakah cara Wawan dapat keluar lapas dengan izin berobat itu. Wawan dimaksud keluar dari lapas dengan gunakan mobil ambulans yg dibawa oleh Ficky Fikri, seseorang staf keperawatan Lapas Sukamiskin.

Tetapi, nyata-nyatanya mobil ambulans itu tidak ketujuan ke Rumah Sakit Rosela seperti permintaan Wawan. Adik eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu justru dibawa ke lain tempat.

” Akan tetapi cuma membawa hingga di parkiran rumah sakit Hermina Arcamanik, Bandung, ” papar jaksa.

Wawan selanjutnya turun dari ambulans dan selanjutnya tukar ke mobil Toyota Innova yg udah menunggunya. Mobil itu dikendarai Ari Arifin, asisten pribadi Wawan sepanjang di Lapas Sukamiskin.

Mobil Innova itu juga selanjutnya melesat ke daerah Suryalaya, Bandung, ketujuan ke rumah punya Atut. Tetapi, Wawan juga tidak lama ada disana serta bergerak ketujuan ke Hotel Grand Mercure Bandung.

” Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan selanjutnya bermalam di hotel itu bersama dengan rekan wanitanya, ” papar jaksa. Tetapi, siapa rekan wanita yg dimaksud bermalam bersama dengan Wawan di hotel itu, jaksa tidak mengungkapnya di tuduhan.

4. Sel bertarif

KPK mengira ada usaha jual beli sel serta izin di Lapas Sukamiskin. KPK memprediksi tarif awal jual beli sel Lapas Sukamiskin sekitar Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.

” Masalah ada tarif itu yg tengah kami cermat, namun dari info awal itu ada rentangnya Rp 200 juta- Rp 500 juta. Buat memperoleh layanan spesifik, apa layanan ada beberapa, kami tetap akan dalami, ” jelas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang waktu pertemuan wartawan di KPK, Sabtu (21/7) .

Tarif jual beli sel yg disebut yakni dengan membayar uang beberapa Rp 200-500 juta, terpidana memperoleh layanan penambahan. Dimulai dari kamar teristimewa sampai bermacam layanan di kamar teristimewa itu.

About admin