Home / Berita Umum / Khasus Suap PLTU Riau Masih Berlanjut

Khasus Suap PLTU Riau Masih Berlanjut

Khasus Suap PLTU Riau Masih Berlanjut – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Direktur Utama PT Samantaka Batubara, Sujono Hadi Sudarno dalam penyidikan pendapat suap berkaitan persetujuan kontrak kerja sama project pembangunan PLTU Riau-1.

Sujono akan diminta keterangannya menjadi saksi untuk pemegang saham Blackgold Alami Recourses Limited, Johannes B Kotjo, satu diantaranya terduga dalam masalah itu.

” Saksi Sujono Hadi Sudarno dicheck untuk terduga JBK (Johannes B Kotjo), ” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kala di konfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (4/9).

Kecuali Sujono, penyidik KPK juga menyebut kerabat bekas Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Tahta Maharaya dan Direktur Peningkatan serta Niaga PT Pembangkitan Jawa-Bali, Henky Heru Basudewo. Mereka berdua akan dicheck menjadi saksi bekas Menteri Sosial Idrus Marham.

Dalam masalah ini, instansi antirasuah baru menentukan Eni, Idrus, serta Kotjo menjadi terduga. Eni berbarengan Idrus dikira terima hadiah atau janji dari Kotjo, yang Bos Apac Kelompok.

Eni dikira terima uang sebesar Rp6, 25 miliar dari Kotjo dengan kontinyu, dengan detail beberapa Rp4 miliar kurang lebih November-Desember 2017 serta Rp2, 25 miliar pada Maret-Juni 2018.

Uang itu yaitu jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menyelesaikan project punya PT PLN sejumlah US$900 juta. Disamping itu, Idrus dijanjikan akan mendapatkan US$1, 5 juta kalau Kotjo sukses memegang project itu.

Tapi, project itu dihentikan sesaat oleh Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sesudah munculnya masalah pendapat suap ini.

About admin