Home / Uncategorized / Gunung Agung Sudah Terekam Lontarkan Gas SO2 Sejumlah Tiga Ribu Ton Perhari

Gunung Agung Sudah Terekam Lontarkan Gas SO2 Sejumlah Tiga Ribu Ton Perhari

Gunung Agung Sudah Terekam Lontarkan Gas SO2 Sejumlah Tiga Ribu Ton Perhari – Sejak mulai terjadinya letusan freatik (gas atau asap) sampai berlanjut pada letusan magmatik, Gunung Agung sudah terekam lontarkan gas SO2 (sulfur dioksida) jumlah 2. 000 sampai 3. 000 ton perhari.

” Segi geokimia tempo hari dijalankan pengukuran gas magmatik SO2 terekam nyaris 2 hingga 3 ribu ton perhari. Pengukuran dijalankan waktu sembilan hingga 10 sebelum saat terjadinya erupsi tempo hari, ” kata Kasubid Vulkanologi serta Mitigasi Bencana PVMBG Devy Kamil Syahbana, Rabu (29/10) .

Dan diawalnya, letusan freatik SO2 yang dilontarkan cukup tinggi yakni nyaris 6 ribu ton perhari.

” Tingginya SO2 ini memberikan indikasi magma ada pada kedalaman yang dangkal. Jadi oleh karena itu potensi terjadinya erupsi ke depan masihlah ada, ” kata Devy.

Letusan Gunung Agung th. 2017 ini di awali dari letusan freatik lepas 21 November. Selagi itu ketinggian 700 mtr.. Seterusnya ketinggiannya makin tambah. Serta paling akhir terekam ketinggiannya menggapai 4 ribu dari puncak.

” Yang dapat kita berikan merupakan bahwa trend dari data memperlihatkan ketinggian letusan abu vulkanik alami penambahan. Seandainya trend ini masihlah senantiasa terbangun masihlah amat mungkin letusan yang tambah besar, ” tukasnya.

Dia memperbandingkan erupsi Merapi th. 2010 sebelum saat masuk bagian paroksisma. Selagi turun letusan paling akhir sebelum saat paroksisma badan letusannya seribu ton dari gas asam.

” Salah satunya kontrol kita apakah kesamaan takaran CO pada SO2. Seandainya contohnya SO2-nya benar-benar tinggi jadi rasionya dapat rendah. Jadi tambah rendahnya rasio memperlihatkan magma telah di permukaan atau telah terlontar ke permukaan. Tidak butuh kembali berdebat kembali. NASA juga telah keluarkan pernyataan itu. SO2 itu gas, abu itu salah satunya hasil dari fragmentasi dari magma, ” jelas Devy di dalam guyuran hujan di Pos Lihat desa Rendang Karangasem, Bali.

About admin