Home / Berita Umum / Cabuli Tiga Bocah WNA Asala Singapura Nangis Di Persidangan

Cabuli Tiga Bocah WNA Asala Singapura Nangis Di Persidangan

BATAM – Mohammad Asri dengan kata lain Abah dituntut dengan hukuman 13 th. penjara dalam persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (1/3/2018) . Ia menangis menyesali perbuatan keji yang dikerjakannya pada tiga korbannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam yang di konfirmasi selesai persidangan tertutup menyebutkan kalau semua dalil dalam dakwaan sudah dapat dibuktikan. Diluar itu, perbuatan terdakwa yang termasuk keji pada anak angkatnya itu buat ia di rasa layak terima hukuman itu.

” Korban dibawah usia serta dua korban adalah anak angkatnya. Diluar itu, terdakwa adalah WNA, ” kata JPU Sigit.

Terdakwa yang digiring ke sel tahanan selesai persidangan terlihat menangis. Air matanya selalu mengalir waktu petugas pengawal tahanan menggunakankan borgol ke tangannya.

Disamping itu, dalam persidangan terlebih dulu tersingkap, tiga orang korban sodomi yang didatangkan ke persidangan mengakui senantiasa diancam oleh terdakwa supaya tidak memberikan laporan perbuatan kejinya pada siapa saja.

” Korban mengakui diancam oleh terdakwa. Serta terdakwa ini seringkali memarahi beberapa korban, jadi beberapa korban takut untuk melapor, ” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Agus Ambarawa Wisesa, selesai persidangan yang jalan dengan tertutup itu.

Kadek menerangkan, terdakwa yang disebut warga negara Singapura ini mempunyai sanggar tari di tempat tinggalnya yang ada Kavling Baru, Kabil. Pada intinya, ia adalah pribadi yang suka pada anak-anak. Sampai pada akhirnya, terdakwa tawarkan rumah pada dua korban AF (14) serta BA (15) . Sedang FB (12) adalah rekan AF serta BA yang seringkali main ke tempat tinggal terdakwa.

” Modusnya terdakwa, dia ingin menyekolahkan anak-anak, tapi sebenarnya tidak disekolahkan hingga sekarang ini. Itu cuma modus terdakwa saja, ” kata Kadek.

Dari pernyataan beberapa korban, lanjut Kadek, AF serta BA sudah dicabuli terdakwa sejumlah 2 x. Sedang korban FB sejumlah 5 kali. ” FB ini masih tetap begitu kecil serta karna ketakutan, jadi menurut saja bila diminta terdakwa. Terlebih terdakwa ini sukai geram-marah ke mereka, ” kata Kadek sekali lagi.

Sampai pada akhirnya masalah ini tersingkap waktu FB buka account sosial Facebook di handphone orang tuanya. Waktu itu, ia sama-sama kirim pesan dengan terdakwa. Sesudah usai memakai handphone itu, terdakwa lupa untuk tutup account itu.

” Chatingannya itu di baca sama orang tuanya. Serta sesudah di tanyakan pada korban, korban mengakui sudah dicabuli oleh terdakwa sejumlah 5 kali, ” kata Kadek.

Perbuatan terdakwa sudah tidak mematuhi Pasal 82 Ayat (1) jo Pasal 76 E UU RI Nomor 35 Th. 2014 mengenai Perubahan Atas UU Nomor 23 Th. 2002 mengenai Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Saat ini, ia terancam hukuman maksimum 15 th. penjara karna perbuatan kejinya itu.

About admin