Home / Berita Umum / BPN Prabowo-Sandi Meminta Jokowi Melakukan Cuti Kampanye Di Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Meminta Jokowi Melakukan Cuti Kampanye Di Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Meminta Jokowi Melakukan Cuti Kampanye Di Pilpres 2019 – Juru Bicara Tubuh Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Ferdinand Hutahaean memperingatkan Calon Presiden Joko Widodo buat cuti selama saat kampanye. Ia minta Jokowi tidak memakai jabatannya menjadi Presiden buat menguntungkan kegiatannya menjadi calon presiden.

” Jokowi tidak bisa menggunakan kekuasaannya menjadi Presiden mau membuat ketetapan yg menguntungkan dianya menjadi calon presiden, ” kata Ferdinand pada wartawan, Jumat (8/2) .

Orang politik Demokrat ini menjelaskan, peraturan bab cuti udah ditata dalam Klausal 282 UU Nomer 7 Tahun 2017 terkait Pemilu. Peraturan itu menuturkan petinggi struktural, menteri, bupati, dilarang memakai jabatannya mau membuat ketetapan yg menguntungkan dianya serta merugikan orang yang lain.

” Ini kan Jokowi banyak membuat ketetapan menguntungkan diri serta merugikan orang yang lain, tidak bisa. Titik konsentrasi mesti disana. Bukan pada sarana, ” pungkasnya.

Seirama dengan Ferdinand, Anggota Team Advokasi Hukum Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Indra pun minta Jokowi mengerjakan cuti kampanye di Pemilihan presiden 2019. Indra memberi contoh Calon wakil presiden Sandiaga Uno yg lebih punya sikap jantan sebab mundur dari Wakil Gubernur DKI buat ikuti Pemilihan presiden 2019.

” Mari gentle dong. Bang Sandi saja mundur, gentle pun dong Pak Jokowi, sekurang-kurangnya cuti, ” kata Indra.

Orang politik PKS itu menjelaskan, himpitan cuti dijalankan agar tidak berlangsung ‘abuse of power’ atau penyalahgunaan kekuasaan dalam pemerintahan. Diluar itu supaya tidak berlangsung pemakaian sarana negara saat Jokowi mengerjakan kampanye Pemilihan presiden.

” Itu Pak JK mampu kok jadi presiden sesaat, saya sangat percaya Pak JK bijak, ” tambah Indra.

Selain itu, Pengamat Hukum Ismail Rumadan memaparkan, bila Jokowi tidak cuti karena itu dikuatirkan menyalahgunakan kekuasaannya buat keperluan politik di Pemilihan presiden.

” Prinsipnya kecemasan kapasitas penyalagunaan kuasa selama saat kampanye itu lumayan besar bila calon petahan tidak mengambil cuti, ” jelas ia.

Diluar itu, lanjut Ismail, bila Jokowi tidak lekas cuti, warga akan syak wasangka sarana negara dapat disalahgunakan juga.

” Mestinya Jokowi memberikannya contoh yg baik buat warga. Karena beberapa kalaupun Pemilihan presiden awal kalinya banyak calon petahana selamanya ambil cuti kampanye, ” papar Ismail.

Di konfirmasi awal kalinya, Jokowi menyikapi himpitan Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno supaya mengerjakan cuti kampanye di Penentuan Presiden 2019. Jokowi menjelaskan tiada peraturan yg memaksa seseorang calon presiden petahana ambil cuti kampanye dengan cara keseluruhan.

” Ya ini peraturan KPU (Komisi Penentuan Umum (KPU) , segalanya kan pergi dari peraturan. Kalaupun peraturan memaksa kita cuti keseluruhan, ya saya akan cuti keseluruhan, ” kata Jokowi di Desa Botuwombatu, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Jumat (1/3) .

Bekas Wali Kota Solo ini tekankan KPU membolehkan calon presiden petahana tidak ambil cuti kampanye dengan cara keseluruhan. Dengan catatan, bila ingin berkampanye mesti dijalankan di hari libur seperti Sabtu serta Minggu.

About admin