Home / Berita Umum / BPN Prabowo Menilai Kepolisian Sudah Jadi Juru Kampanye Rezim Berkuasa

BPN Prabowo Menilai Kepolisian Sudah Jadi Juru Kampanye Rezim Berkuasa

BPN Prabowo Menilai Kepolisian Sudah Jadi Juru Kampanye Rezim Berkuasa – Juru Bicara Advokasi Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Raden Muhammad Syafi’i melihat prilaku ke polisian waktu ini seperti juru kampanye capres-cawapres petahana, paslon nomer urut 01 Jokowi-Ma’ruf. Karenanya polisi negara pengen dipakai menjadi alat politik.

Hal demikian diungkapkan Syafi’i dalam diskusi bertopik ‘Hukum Jaman Jokowi Mundur serta Zalim? ‘ di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No 93 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/2) .

Ia juga ceritakan, di daerah pemilihannya Sumatera Utara 1 mencakup Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai serta Tebing Tinggi berlangsung ketidak adilan. Ia pingin membuat acara di 10 tempat tetapi dihentikan oleh polisi.

” Kepolisian sesuai sama UU mesti mengayomi, akan tetapi yg berlangsung waktu ini polisi tak kan menampakan dirinya sendiri menjadi penegak hukum, akan tetapi memperlihatkan menjadi alat politik untuk rezim yg berkuasa. Di semua daerah polisi telah berubah menjadi juru kampanye, menghimpun ASN, guru, ustaz, ” tutur Syafi’i.

Pria yg akrab dipanggil Romo itu memaparkan beberapa masalah hukum yg dilaporkan oleh kubunya tetapi akhirnya gak jelas sampai saat ini. Ia memperbandingkan dengan masalah beberapa pendukungnya seperti Ahmad Dhani yg langsung dibui.

Ia juga mengusik masalah perkiraan penistaan agama Sukmawati Soekarnoputri yg tak diolah. Lalu aparat pun diam kala Bupati Boyolali katakan kata gak patut pada Calon presiden Prabowo.

” Prabowo di Boyolali disebutkan oleh Bupatinya selesai kita adukan akan tetapi tak diolah sampai waktu ini seperti Tengku Zulkarnain, Neno Warisman, Ahmad Dhani, ” tutur Orang politik Gerindra.

Menurut anggoa Komisi III DPR itu, semboyan profesional, moderen serta terpercaya (promoter) polisi tak dapat diyakini. Syafi’i telah menyaksikan bukti jelas jika hukum berubah menjadi agresif pada pengkritik penguasa.

” Polisi Promoter itu bohong, sebab tak bisa dibuktikan, akan tetapi jangan sampai bila yg sampaikan bersebrangan dengan pemerintah akhirnya cepat sekali. Contoh-contohnya masalah Ahmad Dhani. Itu potret polisi waktu ini, benar sesuai sama obyek (diskusi) , ” tandas Romo.

Disamping itu Polri menyatakan terus netral. Kapolri Jenderal Tito Karnavian berulang-kali memberikan Polri tak berpihak satu diantaranya pasangan. Bila ada anggota kepolisian yg berperan dalam perseteruan keperluan di Pemilu 2019, akan dikenai sangsi tegas.

” Telah kami berikan tempo hari, kami bikin maklumat, ada sangsi, tak bisa berfoto dengan paslon, serta turut team kampanye, serta yang lain, sangsi dapat di mulai dari peringatan, demosi, sampai disingkirkan, ” kata Tito saat lalu.

About admin