Home / Uncategorized / ACTA Melaporkan Pelanggaran Kampanye Kepada Bawaslu

ACTA Melaporkan Pelanggaran Kampanye Kepada Bawaslu

ACTA Melaporkan Pelanggaran Kampanye Kepada Bawaslu – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) kembali melaporkan masalah pelanggaran kampanye bagi-bagi sembako ke Bawaslu DKI Jakarta. ACTA memohon masalah ini diusut oleh Bawaslu lantaran disangka melibatkan tim pasangan Ahok-Djarot.

Pantauan detikcom di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jalan Danau Agung 3 Nomor 5, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (17/4/2017), sekitaran jam 13. 40 WIB, tim ACTA datang dengan sebagian warga yang bakal melaporkan hal itu.

Laporan ACTA ini di terima Bawaslu dengan Nomor 087/LP/Pilkada-Prov-DKI/IV/2017, dengan nama pelapor Arafiq sebagai warga Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. Tanda bukti yang dibawa berbentuk beras, gula, minyak goreng, dan terdapat banyak dokumentasi photo serta video.

Momen ini berlangsung di lokasi RT 007, RW 001, Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada hari Minggu (16/4), jam 05. 30-07. 00 WIB. Disangka ada penjualan sembako murah waktu hari tenang.

” Ya teman-teman jadi hari ini kami bukanlah saja melapor kan ada sebagian masalah tangkap tangan paling baru, masalah pembagian sembako yang paling baru yang berlangsung semalam, sejam waktu lalu, bahkan juga sebagian menit waktu lalu, bahkan juga hingga hari ini masihlah berlangsung, ” kata Habiburokhman sebagai ketua dewan pembina ACTA.

” Kami juga mengemukakan surat spesial, supaya Bawaslu DKI Jakarta mengusut unsur TSM terstruktur, systematis, masif, ” tambah Habiburokhman.

ACTA mengemukakan masalah bagi-bagi sembako ini disangka melibatkan tim pasangan Ahok-Djarot. Mereka juga menyampaikan kalau sistem pengangkutan serta distribusi dikerjakan dengan cara terang-terangan.

” Kurun waktu dua hari ACTA sendiri sudah mengatasi masalah pembagian sembako di tujuh tempat tidak sama, yakni Kalibata City, Kampung Melayu, Cipinang Jaya, Kali Deres, Mampang Prapatan, Cakung, serta Tanjung Priok, ” tutur Ketua Dewan Penasihat ACTA, Hisar Tambunan.

” Sekalian kita ada laporan masalah Jagakarsa serta Tanjung Priok Warakas, sekalian dua masalah yang kami masukan kedalam (Bawaslu), ” sambung Hisar.

Hisar serta Habiburokhman menyampaikan pihaknya inginkan hukuman dari masalah ini berbentuk diskualifikasi pasangan calon. Menurut mereka pada masalah ini terduga bagi-bagi sembako kebal pada hukum yang ada.

” Kami terasa orang yang lakukan pembagian sembako ini kebal hukum, dikerjakan dengan cara jelas terangan, walau sebenarnya tanda-tandanya sebagai politik duit, mengapa sembako diberikan di jual murah pada sekarang ini mendekati hari H pencoblosan, bahkan juga di hari tenang, pembagian serempak serta polanya sama, bila ini bukanlah politik duit kita telah dibodohi, ” tutur Habiburokhman.

Habiburokhman juga mengemukakan Bawaslu mesti bergerak cepat. Janganlah menanti laporan dari ACTA serta orang-orang saja.

” Kita inginnya Bawaslu bergerak cepat janganlah menanti dari ACTA selalu, namun juga bergerak menindaklanjuti beberapa langkah itu, janganlah ada yang kebal hukum di negeri ini, dapat lakukan apa sajakah tanpa ada tersentuh dengan hukum, Bawaslu mesti mengusut masalah ini dengan cara selesai serta cepat, ” katanya.

About admin